Jangan Mau Jadi Penulis Kalau Belum Siap Menghadapi Kenyataan Pahit Ini

Beberapa waktu lalu, saya duduk di sebuah kafe remang-remang di sudut Yogyakarta, menghadapi seorang pemuda yang matanya berbinar-binar penuh idealisme. Di tangannya ada sebuah draf novel tebal yang katanya sudah ia kerjakan selama dua tahun penuh. Dengan nada suara yang…









