Menulis Buku di Era TikTok: Bersaing dengan Durasi 15 Detik

Beberapa hari yang lalu, saya sedang duduk di sebuah gerbong kereta api, mencoba khusyuk membaca sebuah esai panjang tentang sejarah sosial di Indonesia. Di sebelah saya, seorang remaja tampak begitu asyik dengan ponselnya. Jempolnya bergerak sangat ritmis: scroll ke atas,…

Membawa Buku Berat ke Kafe demi Terlihat Intelek

Beberapa sore yang lalu, saya mampir ke sebuah kafe di kawasan hits Yogyakarta. Suasananya tipikal: musik indie yang diputar sayup-sayup, aroma biji kopi yang dipanggang manual, dan deretan manusia yang sibuk dengan gawai masing-masing. Di pojok ruangan, saya melihat seorang…

Mengapa Kita Lebih Suka Membeli Buku daripada Membacanya?

Beberapa waktu lalu, saya berdiri di depan rak buku di ruang tamu, mencoba mencari sebuah referensi lama yang tiba-tiba melintas di kepala. Namun, bukannya menemukan buku yang saya cari, mata saya justru tertumbuk pada barisan buku yang plastiknya masih utuh.…

Orang Indonesia Gak Suka Baca, Tapi Suka Komentar di Media Sosial

Beberapa hari yang lalu, saya mengunggah sebuah tulisan pendek di media sosial. Isinya agak panjang, mungkin sekitar tujuh paragraf, membahas tentang kerumitan etika dalam industri buku. Di paragraf ketiga, saya jelas-jelas menulis: “Saya tidak setuju jika buku bajakan dianggap sebagai…

Toko Buku sebagai Tempat “Wisata” Foto, Bukan Tempat Membeli Ilmu

Beberapa waktu lalu, saya meluangkan waktu untuk mengunjungi salah satu toko buku paling hits di sebuah mal mewah di Jakarta. Begitu menginjakkan kaki di depan pintu masuknya, saya langsung disambut oleh pemandangan yang membuat dahi saya berkerut. Alih-alih aroma kertas…

Masa Depan Penerbitan: Menjadi Digital atau Mati Menjadi Fosil

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi sebuah gudang penerbitan di pinggiran kota. Di sana, saya melihat tumpukan buku yang tingginya mencapai langit-langit, dibungkus plastik rapat, namun aroma kertas lembap tetap menyeruak kuat. Buku-buku itu adalah sisa kejayaan masa lalu—stok yang tak…

Editor: Manusia Paling Berjasa yang Namanya Selalu Tertulis Paling Kecil

Beberapa waktu lalu, saya duduk di sebuah peluncuran buku di pusat kota. Di depan sana, sang penulis duduk dengan gagah, dihujani lampu sorot, dikerumuni penggemar yang meminta tanda tangan, dan dipuji setinggi langit oleh moderator sebagai “pemilik pemikiran yang jernih…

Mengapa Cover Buku Sekarang Lebih Penting daripada Isinya?

Beberapa hari lalu, saya berdiri di depan rak “Buku Baru” di sebuah toko buku modern yang desain interiornya lebih mirip galeri seni minimalis daripada tempat menyimpan ilmu. Mata saya langsung disergap oleh ledakan warna: ada warna pastel yang lembut, neon…