Kenapa Judul Buku Sekarang Panjangnya Kayak Kereta Api?

Beberapa waktu lalu, saya melintas di depan deretan buku baru di sebuah toko buku bandara. Mata saya tertumbuk pada sebuah buku yang sampulnya nyaris penuh hanya oleh tulisan judul. Saking panjangnya, saya sampai harus menarik napas dua kali hanya untuk…

Ketika ChatGPT Bisa Bikin Esai Lebih Cepat dari Penulis Populer

Beberapa malam lalu, saya mengalami krisis eksistensial yang cukup serius di depan meja kerja. Saya sedang bergelut dengan sebuah draf esai pesanan tentang dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap psikologi masyarakat kelas menengah. Saya sudah duduk selama dua jam, menghabiskan…

Ego Penulis: Merasa Paling Benar di Dunia yang Penuh Salah Paham

Beberapa waktu lalu, saya terlibat dalam sebuah perdebatan kecil di kolom komentar media sosial terkait salah satu esai yang saya tulis. Seorang pembaca dengan sangat percaya diri menafsirkan tulisan saya sebagai bentuk dukungan terhadap sebuah kebijakan politik yang sebenarnya justru…

Menulis Buku di Era TikTok: Bersaing dengan Durasi 15 Detik

Beberapa hari yang lalu, saya sedang duduk di sebuah gerbong kereta api, mencoba khusyuk membaca sebuah esai panjang tentang sejarah sosial di Indonesia. Di sebelah saya, seorang remaja tampak begitu asyik dengan ponselnya. Jempolnya bergerak sangat ritmis: scroll ke atas,…

Membawa Buku Berat ke Kafe demi Terlihat Intelek

Beberapa sore yang lalu, saya mampir ke sebuah kafe di kawasan hits Yogyakarta. Suasananya tipikal: musik indie yang diputar sayup-sayup, aroma biji kopi yang dipanggang manual, dan deretan manusia yang sibuk dengan gawai masing-masing. Di pojok ruangan, saya melihat seorang…

Mengapa Kita Lebih Suka Membeli Buku daripada Membacanya?

Beberapa waktu lalu, saya berdiri di depan rak buku di ruang tamu, mencoba mencari sebuah referensi lama yang tiba-tiba melintas di kepala. Namun, bukannya menemukan buku yang saya cari, mata saya justru tertumbuk pada barisan buku yang plastiknya masih utuh.…

Orang Indonesia Gak Suka Baca, Tapi Suka Komentar di Media Sosial

Beberapa hari yang lalu, saya mengunggah sebuah tulisan pendek di media sosial. Isinya agak panjang, mungkin sekitar tujuh paragraf, membahas tentang kerumitan etika dalam industri buku. Di paragraf ketiga, saya jelas-jelas menulis: “Saya tidak setuju jika buku bajakan dianggap sebagai…

Toko Buku sebagai Tempat “Wisata” Foto, Bukan Tempat Membeli Ilmu

Beberapa waktu lalu, saya meluangkan waktu untuk mengunjungi salah satu toko buku paling hits di sebuah mal mewah di Jakarta. Begitu menginjakkan kaki di depan pintu masuknya, saya langsung disambut oleh pemandangan yang membuat dahi saya berkerut. Alih-alih aroma kertas…