Rezim Algoritma: Ketika Jumlah Follower Lebih Menentukan Daripada Kualitas Diksi

Beberapa pekan lalu, saya sempat berbincang dengan seorang kawan yang bekerja sebagai editor di sebuah penerbitan raksasa di Jakarta. Ia bercerita dengan nada yang lebih mirip curhat seorang pesakitan daripada seorang profesional. Katanya, sekarang tugasnya bukan lagi memburu naskah dengan…









