Kiamat Literasi atau Fajar Baru Kreativitas?

Saya menghadiri sebuah diskusi kebudayaan di sebuah ruang alternatif di Solo. Suasananya cukup hangat, tipikal perdebatan orang-orang yang peduli pada nasib peradaban: asap rokok mengepul, gelas-gelas kopi tubruk berderit, dan argumen-argumen dilemparkan dengan urat leher yang menegang. Di sudut kiri,…









