Kategori Essay Buku

Kritik Sastra di Era AI: Siapa yang Menilai Siapa?

Saya terlibat dalam sebuah obrolan yang cukup alot dengan seorang kawan yang mengelola sebuah jurnal sastra digital. Dia bercerita dengan nada gusar tentang tumpukan naskah yang masuk ke mejanya belakangan ini. “Mas” katanya sambil memijat pelipis, “Masalah saya sekarang bukan…

Menulis Tanpa Target SEO itu Sebuah Kemewahan

Beberapa waktu lalu saya duduk semeja dengan seorang pemuda yang bekerja sebagai Content Strategist di sebuah portal berita besar. Sepanjang percakapan, dia tidak berhenti menyebut istilah-istilah yang bagi saya terdengar lebih mirip mantra dukun daripada istilah sastra: Keyword Density, Search…

Menulis Sebagai Warisan, Bukan Sekadar Konten Harian

Saya tidak sengaja melihat profil media sosial seorang anak muda yang mencantumkan profesi mentereng di biodatanya: Content Creator & Daily Wordsmith. Iseng-iseng, saya melihat apa yang dia hasilkan setiap hari. Luar biasa produktif. Dalam sehari, dia bisa mengunggah lima hingga…

Menulis Sebagai Cara Untuk Tetap Hidup Selamanya

Beberapa waktu lalu, saya sedang merapikan rak buku di sudut rumah yang sudah mulai diserbu debu dan rayap. Di antara tumpukan buku-buku baru yang sampulnya mengilap, saya menemukan sebuah buku saku kumal milik almarhum kakek saya. Di dalamnya, ada catatan-catatan…